Webinar Parenting MBS Pleret Bersama dr. Aisah Dahlan, C.Ht

Aisah Dahlan, C.Ht., pakar neuroparenting yang tengah digandrungi “emak-emak” negeri ini berhasil didatangkan dalam acara webinar parenting yang diadakan oleh PPM MBS Pleret pada bulan Januari (16/01/2021). Webinar parenting bertajuk “Anakmu, Cerminan Dirimu” ini berhasil menyerap animo masyarakat luas. Kuota zoom yang tadinya dibuka hanya untuk 100 peserta dinaikkan menjadi 300 kuota karena tingginya minat masyarakat dalam mengikuti webinar tersebut. Total peserta webinar via zoom ada 296 orang yang berasal dari beragam daerah di Indonesia, seperti Bekasi, Yogyakarta, Jambi, Jawa Timur, Kebumen, Wonogiri, NTB, Sumatera Selatan, hingga Makassar. Live streaming via youtube channel MBS Pleret Yogyakarta sendiri diikuti sekitar 60-an peserta sejak dari awal hingga akhir webinar.

Orang tua, seperti yang disampaikan dr. Aisah Dahlan, C.Ht., adalah panutan terbesar bagi anak. Orang tua itu membentuk peradaban dan beradab bukanlah keterampilan tetapi kebiasaan perilaku dan akhlak orang tua yang dilihat, didengar, diperhatikan, serta direkam dalam benak anak. Hal ini yang kemudian mempengaruhi perilaku dan akhlak anak. dr.Aisah Dahlan juga menyampaikan bahwa watak dasar manusia itu bersifat genetik atau diturunkan dari orang tua. Secara umum watak dasar manusia dibagi empat, yaitu plegmatis, melankolis, koleris, dan sanguinis. Plegmatis, berarti orang dengan watak ini lebih senang berperan sebagai pengamat dan memiliki hasrat damai. Sedangkan orang dengan watak melankolis berarti orang tersebut adalah orang yang pemikir dan memiliki hasrat sempurna atas segala sesuatu yang dilakukannya. Watak koleris sendiri berarti lebih banyak berperan sebagai pelaku (senang bekerja) dan memiliki hasrat mengatur. Terakhir, untuk watak sanguinis berarti orang dengan watak ini lebih banyak berperan sebagai pembicara dan memiliki hasrat gembira.

Dengan diadakannya webinar parenting bersama dr.Aisah Dahlan ini diharapkan dapat membuat wali santri dan masyarakat umum yang mengikutinya lebih memahami ilmu parenting terkini. Harapannya kemudian adalah para orang tua dapat bersikap lebih bijak dalam mendidik buah hati sesuai watak dasar yang dimiliik anak. (Sifa)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email